Saturday, January 1, 2011

10 Pemain Bola asia Yang Pantas Bermain Di Eropa [Versi ESPN]


Quote:
Berikut ini daftar 10 pemain sepakbola asia yang dipercaya ESPN bisa saja menembus pasaran transfer di Eropa pada masa mendatang, lets check it out!
Quote:
1. Deng Zhuoxiang (Shandong dan China )
Spoiler for Deng Zhuoxiang:


Apa yang dimau persepakbolaan China, selain penampilan mereka di World Cup, adalah pemain mereka bisa bersinar di Eropa; Deng Zhuoxiang mungkin adalah orang itu. Gelandang serang ini muncul bersinar di kompetisi regional tahun lalu dengan serentetan performa brilian di East Asian Cup, termasuk sebuah gol yang patut dikenang dari pertandingan melawan Korea Selatan, yang membuat China pertama kalinya mengalahkan Korea Selatan dalam sejarah sepakbola. Klub di Korea dan Jepang mencoba membeli pemain 22 tahun ini dari Shandong, tapi kemudian tidak jadi karena faktor harga yang melambung karena berhasil membawa China berjaya. Dengan skill nya yang sudah lumayan mapan, pemain ini hanya butuh polesan dan konsistensi, maka dia dapat semakin berjaya, baik di Asia maupun mungkin di Eropa.


2. Ismail Matar (Al Wahda dan Uni Emirat Arab)
Spoiler for Ismail Matar:


Ismail Matar adalah salah satu harapan dari persepakbolaan Asia bagian Barat. Ia memenangi Golden Ball di World Youth Championship 2003, tapi klub asalnya tidak pernah mau melepasnya ke Eropa. Ia memulai karirnya pada 2007 di timnas UAE (Uni Arab Emirates/Uni Emirat Arab) mengikuti Gulf Cup, sebuah kompetisi regional yang mempertemukan 8 negara di regional tersebut. Pemain yang sekarang berusia 27 tahun itu bahkan pernah diincar oleh pemandu bakat AC Milan.


3. Koo Ja Cheol (Jeju United dan South Korea)
Spoiler for Koo Ja Cheol:


Pemain Korea Selatan ini telah dihubungi oleh Blackburn Rovers pada awal tahun lalu, dan lebih kongkrit lagi ia telah di tawari Young Boys of Berne pada akhir tahun, tapi klub asal Swiss itu tidak dapat membelinya. Pemain yang baru berusia 21 tahun ini semakin berkembang sampai akhir 2010. Sayangnya, berkat kesalahan manager, ia tidak diturunkan sebagai starter reguler dari timnas korea selatan walau dia dianugrahi gelandang terbaik di liga Korea musim lalu. Pandai mengolah bola, pintar membuat operan dan mempunyai finishing yang mematikan, Koo akan pergi ke Eropa untuk melanjutkan karirnya, dan hanya waktu yang bakal menjawab semuanya.


4. Kawin Thamsatchanan (Muang Thong United dan Thailand)
Spoiler for K awin Thamsatchanan:


Mungkin namanya bikin , tapi penjaga gawang yang baru berumur 19 tahun ini merupakan pemain yang berbakat. Ia merupakan starter di Muang Thong United, sebuah kekuatan baru di persepakbolaan Thailand. Namun, absen nya dia dalam squad Thailand di AFF Cup sangat disayangkan oleh fans di Thailand. Bryan Robson, pelatih Thailand dikabarkan telah menawarkan Thamsatchanan ke Manchester United. Masa depannya masih tanda tanya, tapi yang kemungkinan besar ia punya masa depan yang cemerlang.


5.Yasser Al-Qahtani (Al Hilal dan Saudi Arabia)
Spoiler for Yasser Al-Qahtani:


The Sniper, julukannya, tidak pernah beruntung di jalan menuju kancah Eropa. Sebuah latihan yang cepat dan singkat dengan Manchester City pernah dijalaninya, namun hanya itu yang didapatnya. Setidaknya dalam segi kemampuan, dia adalah seorang yang sukses. Apabila dia mempunyai kekuatan mental yang besar, mungkin dia akan lebih sukses lagi. Ia telah lama bermain dan sekarang usianya 28, namun ia tetap bagus dan merupakan pemain yang sering merepotkan pertahanan.


6.Oktavianus Maniani (Sriwijaya dan Indonesia)
Spoiler for Oktavianus Maniani:


Kaskuser pasti udah pada kenal sama pemain yang satu ini. Winger muda ini muncul ke permukaan terutama pada saat AFF Suzuki Cup. Ia turut membawa Indonesia ke final, sebelum akhirnya kalah agregat dengan Malaysia. Oktavianus atau akrab disebut Okto merupakan pemain berbakat yang masih berusia 20, dan mungkin akan terberbakat. Sering disebut-sebut sebagai 'Indonesian Ryan Giggs', namun menurut ESPN ia tetap perlu menjaga konsistensi dan permainan. Skill nya masih mentah namun bakatnya luar biasa membuat pemain ini sangat menarik.


7. Karim Ansarifard (Saipa dan Iran)
Spoiler for Karim Ansarifard:


Sudah beberapa waktu semenjak Iran memproduksi pemain muda berbakat. Ali Daei telah berjasa membawa Ansarifard, pemain yang berumur 17 tahun ini untuk bermain pertama kalinya dengan klubnya, Saipa. Itu terjadi pada 2007; 2 tahun kemudian, pemain serang ini mendapatkan debut internasional pertamanya dan mungkin pada 2011 ia akan mengerahkan permainan terbaiknya. Ada beberapa laporan tentang tertariknya klub Eropa, misalnya Borussia Dortmund yang telah mengungkapkan ketertarikannya ke media olahraga di Tehran. Mungkin masih melakukan gerakan tidak efektif didepan gawang, namun ia mempunyai attitude dan skill untuk bersinar.


8. Jungo Fujimoto (Shimizu S-Pulse dan Jepang)
Spoiler for Jungo Fujimoto:


Playmaker ini tengah diincar oleh juara J-league, Nagoya Grampus. Pelatih Dragan Stojkovic melihat bakatnya yang terpendam namun pemain yang kini berusia 26 tahun itu tetap menginjakkan kakinya di S-Pulse. Fujimoto mungkin bisa saja disebut sebagai the next Shinji Kagawa, walaupun permainannya lebih mirip ke Shunsuke Nakamura. Mendapat J-league Rookie of the Year 2006 telah menunjukkan bakatnya semenjak 4 tahun lalu. Ia berjuang untuk menjadi pemain reguler di timnas Jepang, namun mungkin tahun ini ia akan menjadi starter tetap.


9. Alexander Geynrikh (Pahktakor dan Uzbekistan)
Spoiler for Alexander Geynrikh:


Dirinya dulu merupakan bayang bayang Maksim Shatskikh namun sekarang dia telah mengganti perannya itu dan menjadi pemain yang paling sering mencetak gol di Asia Tengah. Rambutnya yang berwarna pirang menjadi ciri khas tersendiri di Asia dan dengan kemampuannya mendobrak pertahanan seringkali merepotkan lawan. Rambutnya mungkin sekarang telah tiada, namun kemampuannya dalam mencetak gol, terutama dari sisi pojok lapangan masih ada. Geynrikh sudah bermain klub dari Moscow yaitu Torpedo dan CSKA sebelum kembali ke Tashkent. Namun sekarang umurnya telah beranjak ke 26, ia siap kembali bermain di Eropa.


10. Firas Al-Khatib (Al Qadsia dan Syria)
Spoiler for Firas Al-Khatib:


Syria tidak lagi menjadi lawan yang mudah seperti sebelumnya. Pemain berusia 27 tahun ini membobol gawang lawan untuk kesenangan dan ia telah rajin melakukannya sejak bergabung dengan klub Al Karama. Sekarang ia merupakan kekuatan salah satu klub terbesar Asia, Al Qadsia di Kuwait. Style nya adalah menemukan titik di kotak 12 meter dan mencetak gol darisana. Mungkin ia akan kembali melambungkan namanya di Asian Cup.